Kamis, 26 Januari 2012
Manajemen Proyek
Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik,dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.
Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya.Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan.
PROSES
Pendekatan mengenai tahapan proyek secara umum adalah mengidentifikasi urutan langkah yang harus diselesaikan. Dalam "pendekatan tradisional" ini, lima komponen perkembangan proyek dapat dibedakan (empat tahap ditambah kontrol) dan ditambah lagi tahapan penyelesaian proyek, yang dapat juga dapat disebut "Siklus Kehidupan Proyek" (Project Life Cycle). Secara umum, siklus hidup proyek merupakan suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana sebuah proyek direncanakan, dikontrol, dan diawasi sejak proyek disepakati untuk dikerjakan hingga tujuan akhir proyek tercapai. Terdapat lima tahap kegiatan utama yang dilakukan dalam siklus hidup proyek yaitu :
* inisiasi;
* perencanaan dan desain;
* pelaksanaan dan konstruksi;
* pemantauan dan sistem pengendalian;
* penyelesaian.
TAHAP INISIASI
Tahap inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifiasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek dapat dibentuk.
TAHAP PERENCANAAN DAN DESAIN
Ketika ruang lingkup proyek telah ditetapkan dan tim proyek terbentuk, maka aktivitas proyek mulai memasuki tahap perencanaan. Pada tahap ini, dokumen perencanaan akan disusun secara terperinci sebagai panduan bagi tim proyek selama kegiatan proyek berlangsung. Adapun aktivitas yang akan dilakukan pada tahap ini adalah membuat dokumentasi project plan, resource plan, financial plan, risk plan, acceptance plan, communication plan, procurement plan, contract supplier dan perform phare review.
TAHAP EKSEKUSI
Tahap Eksekusi (Pelaksanaan proyek dan/atau Konstruksi) Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi.
TAHAP PEMANTAUAN DAN SISTEM PENGENDALIAN
Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.
TAHAP PENUTUPAN
Tahap ini merupakan akhir dari aktivitas proyek. Pada tahap ini, hasil akhir proyek (deliverables project) beserta dokumentasinya diserahkan kepada pelanggan, kontak dengan supplier diakhiri, tim proyek dibubarkan dan memberikan laporan kepada semua stakeholder yang menyatakan bahwa kegiatan proyek telah selesai dilaksanakan. Langkah akhir yang perlu dilakukan pada tahap ini yaitu melakukan post implementation review untuk mengetahui tingkat keberhasilan proyek dan mencatat setiap pelajaran yang diperoleh selama kegiatan proyek berlangsung sebagai pelajaran untuk proyek-proyek dimasa yang akan dating. Organisasi Proyek Tahapan ini merupakan tahapan sebuah proyek sebelum kemudian ditutup (penyelesaian). Namun tidak semua proyek akan melalui setiap tahap, artinya proyek dapat dihentikan sebelum mereka mencapai penyelesaian. Beberapa proyek tidak mengikuti perencanaan terstruktur dan / atau proses pemantauan. Beberapa proyek akan melalui langkah 2, 3 dan 4 beberapa kali.
Banyak industri menggunakan variasi pada tahap-tahapan proyek ini. Sebagai contoh, ketika bekerja pada sebuah perencanaan desain dan konstruksi, proyek biasanya akan melalui tahapan dengan nama yang berbeda-beda seperti pada tahapan Perencanaan dengan nama: Pra-Perencanaan, Desain Konseptual, Desain Skema, Pengembangan Desain, Gambar Konstruksi (atau Dokumen Kontrak), dan/atau Administrasi Konstruksi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

didalam suatu manajemen itu sebenarnya dibutuhkan suatu ke telitian dan kedisplinan.
BalasHapustanpa adanya ketelitian dan kedisplinan kita tidak bisa mengelola suatu perusahaan dengan baik
dalam manajemen proyek tantangan utama adalah mencapai sasaran dan tujuan proyek. di sini mulai dari proses, tahap inisiasi, tahap perencanaan desaign, tahap eksekusi, tahap pemantaun dan sistem pengendalian, dan terakhir tahap penutupan harus berjalan terencana dan sesuai prosuder dengan ketelitian dan kedispilanan. bagus tulisannya :)
BalasHapusDidalam proses pendekatan mengenai tahapan proyek secara umum adalah mengidentifikasi urutan langkah yang harus diselesaikan. Untuk mencapai tujuan yang di inginkan
BalasHapusdalam manajemen proyek yang paling tinggi susananya atau yang paling utama adalah anggaran atau biaya
BalasHapusmanajemen proyek sangat berguna sekali,agar bisa bekerjasama dengan perusahaan lainnya.dengan adanya manajemen proyek.bisa menghasilkan perusahaan yang sangat meningkat
BalasHapusdalam manajemen proyek diatas, apasih tujuan yang akan dicapainya?
BalasHapus-terimakasih :)
ternyata dalam proyek sekalipun di perlukan menejemen yg berguna untuk mencapai tujuan-tujuan proyek,
BalasHapustahap-tahap tersebut merupakan penunjang untuk dapat mencapai manajemen proyek
BalasHapusDengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek baik langsung maupun tidak langsung, sehingga tidak akan terjadi adanya tugas dan tanggung jawab yang dilakukan seacara bersamaan
BalasHapusjadi managemen proyek sangat sengat detail dan teratur dalam pelaksanaannya..
BalasHapus4 hal terpenting dalam project manajemen
BalasHapus1. scope
2. time
3. cost
4. quality
saya masih kurang paham akan tetapi Manajemen Proyek ini ssangat berguna pastinya dalam melakukan perencanaan
BalasHapussaya setuju sekali dengan artikel di atas, karena manajemen proyek itu sangatlah berguna bagi suatu perusahaan karena bila tidak ada manajemen proyek perusahaan itu tidak akan mulus atau stabil
BalasHapusmanajemen proyek sangat penting yang berguna untuk bekerja sama dengan perusahaan lain .
BalasHapusmanajemen proyek sangat membutuhkan kerja sama agar perkerjaan leblh efektif dan efesien
BalasHapusmanajemen proyek suatu pembagian dari manajemen perkanttoran
BalasHapusdengan adanya manajemen proyek ,segala perkerjaan dapat dijalankan secra teratur
BalasHapusTantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan" yang telah dipahami sebelumnya.
BalasHapusdalam manajemen proyek sangat menuntut sekali kerjasama diantar pegawainya dimulai dari tahap kegiatan siklus proyek yaitu inisiasi, perencanaan dan desain, pelaksanaan dan kontruksi, pemantauan dan sistem pengendalian dan penyelesaian
BalasHapusapabila hal ini tidak tedengan adanya manajemen proyek ,segala perkerjaan dapat dijalankan rjadi
akan tidak mulus kegiatan proyek